Sebelum Meninggal, Gadis Yang Meninggal Saat Tadarus Tunduk Mencium Kaki Ibunya Saat Pamit ke Makasar
Moslemcommunity.net - Kabar meninggalnya Andi Sitti Aisyah Ira Susmita Baranti atau Ica sungguh mengejutkan orang-orang terdekat.
Tak sakit dan tak mengalami kecelakaan apapun, Ica mendadak meninggal saat bertadarus Al Quran Kamis (4/1/2017).
Hari-hari jelang meninggalnya juga tak ada tanda-tanda Ica bakal pergi diusianya yang masih muda.
Banyak dari keluarganya dan teman-temanya yang lain heran, karena hari dan malam sebelum meninggalnya ia masih sempat chat-chatan.
Pemilik akun Fhitry Fhadil menceritakan baru sja pulang dari kampungnya di Bone.
Rabu malam Icha berangkat dari kota Bone dan tiba di Makassar kurang lebih
pukul 02.00 dini hari.
"Sebelum Adzan subuh berkumandang, Icha siap-siap ke mesjid Raodathul Jannah untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah.
Setelah shalat subuh Icha tidak langsung pulang, tapi mampir dimasjid untuk mengaji sejenak.
Setiba di rumah Icha menyempatkan cuci piring. Lagi-lagi kebaikan itu menyapa Icha. Saat itu Icha menanyakan ke Kakaknya “ Ka’ Pakai Al-Qur’an saya nggak? Sang Kakak menjawab tidak Adek”.
Diluar prasangka Ayahnya yang pada saat itu berada dipangkuannya, ternyata
Icha putri cantik Maa Syaa Allah berada pada zakaratul maut.
Sang Ayah heran seolah-olah anaknya hanya pingsan dan bermain-main karena tanda-tanda zakaratul maut sangat berbeda dengan sebagian orang yang telah
meninggal sebelumnya.
Icha Pergi dengan begitu lembut dan tenang seperti Akhlak dan adab yang telihat diparasnya dalam perjalanan hidup dunia ini.," tulis Fhitry Fhadil .
Sementara itu Andi Salwaty Pawawo juga mengaku syok mendengar kepergian Ica.
"Masya Allah , terahir bertemu dgn gadis cantik yg anggun , saat Asramaan Hadus besar Ibnu Maja di Pesantren Walibarokah Kediri, dpt berita , kutlpn Ibundanya Andi Ratna , isak tangis tak trbendung lg , Sungguh" khusnul khotimah , SURGA firdaus tempat mu Putri sholeha , dukaku yg sangat dalam," ungakpnya.
Andi Salwaty Pawawo menambahkan, saat pamit ke Makassar untuk mencari rezeki, Ica pamit pada ibunya sembari mencium kaki.
"Saat akan ke Makasar , Andi Ica pamitan sambil tunduk mencium kaki ibunya , Masya Allah," ungkapnya.
Kemudian Icha muroja’ah
Hafalan di depan Ayahnya. Sembari muroja’ah Hafalan, tiba-tiba Icha seperti orang yang akan pingsan dan bersyahadat “ LAILAHAILLAH”.
Tribunnews
[http://news.moslemcommunity.net]